Sabtu, 28 November 2009

Pejabat Entreprenuer, Bisakah ?

Menghadapi tahun anggaran baru, ada 2 hal yang dominan dan berkaitan tak terpisahkan bagaikan 2 sisi mata uang logam. Dua hal itu adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Tahun 2010 ini, target pendapatan kota pasuruan sebesar kurang lebih 327, 7 M atau turun 8,31 % dari target pendapatan 2009. Angka tersebut diperoleh dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain lain pendapatan daerah yang sah.
Dana pendapatan asli daerah memberikan kontribusi 10,35 % dari total pendapatan atau senilai dengan 33,932 M yang diperoleh dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang terpisahkan, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Diakui atau tidak, angka 10,35 % sebenarnya relative kecil dan sangat dimungkinkan untuk dinaikkan sesuai dengan potensi yang ada. Masyarakat tentu mengharapkan ada kemauan yang kuat untuk menelisik ulang kembali potensi yang dimiliki dan keberanian yang lebih untuk menetapkan target yang lebih besar atas pos pendapatan , diperlukan semangat entreprenuer bagi para pejabat khususnya kepala dinas terkait yang memang karena jabatannya diminta menjadi leader bagi peningkatan pendapatan daerah.
Pemilik semangat entrepreneur adalah jiwa yang selalu berkobar dan tertantang untuk meraih sesuatu yang lebih baik, lebih banyak dibandingkan masa lalu. Bagi pemilik jiwa ini, kesulitan adalah kesempatan, tantangan adalah kenikmatan. Tak jemu untuk melalukan langkah improvement, pembaharuan, pengkayaan atas langkah sekarang agar mampu mencapai target atau justru membongkar ulang kebijakannya tatkala dijumpai ada kebijakannya yang keliru dan cara yang lebih baik. Jeli melihat bahwa permasalahan yang dihadapi misalnya kesulitan menghitung pajak restoran dan hotel, kendala menetapkan besarnya pajak reklame, system perpakiran dan lain lain adalah kendala umum dan pasti sudah ada system yang mengatur dan ada daerah lain yang berhasil dalam hal tersebut, bahwa persoalan utama sebenarnya adalah SDM dan backup kebijakan bagi mereka yang menjadi ujung tombak.
Pejabat entrepreneur yang meyakini bahwa aktifitasnya adalah ibadah, mendambakan pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih baik karena pendapatan daerah yang meningkat, tentu rela “memaksa” dirinya untuk memiliki kombinasi dari kepribadian type spesialis, manajer dan visioner. Sebagai spesialis, karena menguasai seluk beluk pekerjaannya, bertindak sebagai manajer karena mampu mengawasi dan menjalankan system serta visioner karena mampu melihat prospek kedepan, mampu memprediksi dan membuat strategi besar agar dinas yang dibawahinya dapat melompat lebih maju. Kita tunggu…

Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan
Catatan kecil saat pembahasan KUA PPAS antara Tim Anggaran Pemkot dan Badan Anggaran DPRD,
16 Nopember 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar