
Oleh : Drh. Ismu Hardiyanto
Dekripsi Wilayah
Wilayah Utara Kota Pasuruan terdiri dari 11 kelurahan. Terbentang dari kelurahan Gadingrejo , Tambaan, Trajeng , yang termasuk dalam kecamatan Gadingrejo Kemudian menyusul kelurahan Mayangan dan Ngemplakrejo di kec Purworejo serta kelurahan Panggungrejo, Bugul Lor, Mandaranrejo, Tapaan, Kepel dan Blandongan di kecamatan Bugul Kidul.
Potensi
Bergerak , membangun sesuatu itu dibutuhkan kecepatan dan ketepatan. Kita akan lebih cepat dalam bergerak membangun wilayah utara Pasuruan jika kita mempunyai alasan yang cukup kuat kenapa wilayah utara layak untuk diperhatikan. Bukan saja masalah politis, atau hendak memenuhi janji janji ketika masa kampanye dalam Pilkada, akan tetapi memang secara ril wiayah utara menyimpan potensi potensi yang harus diperhatikan. Tidak bisa tidak, hal tersebut tentu membutuhkan ketepatan dalam merencanakan, kita harus mampu mempertemukan antara need dan kebijakan atau kemampuan Pemerintah Kota. Harus ketemu mana diantara kebutuhan kebutuhan yang harus diprioritaskan dengan keterbatasan anggaran yang ada, perlu adanya kebertahapan program dan kegiatan sampai pada masa akhir kepemimpinan walikota yang ada saat ini.
Dari tabel terlihat nyata, bahwa secara geografis wilayah utara mempunyai wilayah sebesar 14, 83 atau 40,54 persen dari total luas kota pasuruan. Wajah kota pasuruan tentu akan semakin cantik ketika pengembangan pembangunan wilayah lebih merata.
Jika menengok demografi, wilayah utara didiami tidak kurang dari 31,35 persen penduduk di kota Pasuruan. Artinya, jika kita mampu menggerakkan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut maka akan mampu memberikan pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi kota Pasuruan.
Masyarakat wilayah utara dikenal memiliki mata pencaharian sebagai nelayan terbanyak di Panggungrejo dan Ngemplakrejo. Adapun pengrajin logam berada di wilayah Mayangan dan sekitarnya. Keberadaan pelabuhan memberikan mata pencaharian sebagai juragan kayu berikut para makelar , truk truk dan gudang kayu yang tersebar di sekitar pelabuhan
.Tabel Wilayah Pasuruan bagian Utara
Wilayah Luas Wilayah Jumlah Penduduk
Gadingrejo 1,33 10.077
Tambaan 0,36 3165
Trajeng 1,13 7966
Mayangan 0,28 2580
Ngemplakrejo 0,54 6744
Panggungrejo 1,99 2886
Bugul Lor 0,96 7113
Mandaranrejo 0,58 4976
Tapaan 1,15 2813
Kepel 2,54 3295
Blandongan 3,97 3552
Total 14,83 55167
% dg total kota 40,54% 31,35%
Sumber : Pasuruan Dalam Angka 2010
Visi Kepala Daerah yang meletakkan pembangunan wilayah utara sebagai prioritas dalam banyak kesempatan telah banyak disampaikan, maka akan menjadi sangat baik jika bisa divisualisasikan dalam bentuk program dan kegiatan yang bisa dibaca oleh banyak orang. Kejelasan tersebut misalnya tentang apa
yang dikerjakan , siapa yang mengerjakan , parameter keberhasilannya apa dan sampai kapan tahapan tersebut dilakukan. Jika hal tersebut dapat ditangkap dengan baik, maka diharapkan daya dukung akan semakin besar dan menjadi peluang munculnya sence of belonging para pihak yang berkompeten.
Langkah Kecil Menjadi Bermakna
Tak dapat dipungkiri, ada beberapa pendapat bahwa PAD kota Pasuruan yang kecil , hanya sekitar 10 % an dari total Pendapatan Daerah menjadi sebuah alasan klise untuk medapatkan sebuah hal yang signifikan dalam pembangunan, termasuk untuk pembagunan wilayah utara.
Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan agar kita bisa mendapatkan hal yang luar biasa dengan aneka keterbatasan yang kita miliki, yaitu :
1. Survey dan Kajian yang kompehensif tentang kondisi, latarbelakang masyarakat, infrastruktur dan lain.lain. Diharapkan akan dapat meberikan gambaran tentang program yang menjadi prioritas bagi masyarakat, rekomendasi cara untuk menselaraskan mental masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan, masukan dari masyarakat terhadap apa yang sudah berjalan dan lain sebagainya.
2. Dialog intens dan terprogram berkala dengan para tokoh masyarakat utara. Pembangunan partisipasif, dapat diperoleh jika masyarakat sadar akan pentingnya program dan salah satu langkah unuk mempercepat komunikasi tersebut adalah melalui informal leader mereka. Simpul simpul ini bisa para tokoh agama, pemilik usaha kerajinan logam, asosiasi pengrajin, tokoh nelayan dan perkumpulan para nelayan, pemuda penggerak, dan lain lain.
3. Fasilitasi Peluang dan Sinkronisasi SKPD terkait. Perakitan Mobnas , bisa menjadi gate bagi semakin semaraknya pengrajin asesoris mobil , Gathering antara pemilik pabrik PIER dan pengrajin logam mungkin bisa menjadi angin segar bagi pengrajin mur dan baut, Promosi dalam bentuk yang bervariasi mungkin bisa mendatangkan calon pembeli aseesori mobil dan motor, Pemanfaatan dan Penataan ulang TPI, sehingga nelayan bisa terbantu, dll. Tentu saja, program program yan disusun harus bisa tersinkronisasi antar SKPD dan bukan ditangani oleh 1 dinas saja tapi harus terbagi habis diantara SKD terkait.
Multiefek yang diharapkan disamping pertumbuhan ekonomi meningkat, partisipasi masyarakt bertambah maka akan dapat menjadi objek yang dapat dijual bagi masuknya investasi atau menjadi bukti awal kesungguhan dan keberhasilan sehingga mempermudah untuk melakukan akses dana APBN .
Wallahu ‘alam bish showab
Pasuruan, 13 Maret 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar