Kamis, 31 Desember 2009

DPRD Minta Tidak Lips Service

Soal Pelaksanaan Rekrutmen CPNS

PASURUAN - Janji Pemkot Pasuruan melaksanakan rekrutmen CPNS secara bersih, dan transparan agaknya dicatat secara khusus oleh DPRD Kota. Mereka meminta janji itu tidak hanya sekedar lips service. Masyarakat harus diberi bukti bahwa mereka yang diterima memang sesungguhnya lolos tes. Bukan karena rekayasa.

"Selalu ada saja kabar tak sedap yang terdengar ketika rekruitmen CPNS yang dilaksanakan oleh pemerintah. Termasuk di lingkungan Pemkot Pasuruan," jelas Ismu Hardiyanto, anggota dewan dari PKS.

Tanpa tedeng aling-aling, dia menyebut ada banyak rumor yang sudah beredar sekarang ini. Diantaranya soal adanya jatah khusus yang dimiliki para pejabat untuk memasukkan kerabatnya.

Tidak itu saja, imbuhnya, rekomendasi anggota dewan juga menjadi perintah sakti. Hingga muncul kabar jika setiap kursi yang disiapkan dalam formasi CPNS itu ada rupiahnya.

"Isu itu akan terus bergulir, dan menjadi tidak produktif bagi citra kinerja tim rekrutmen Pemkot Pasuruan. Sejak dini, hendaknya dilakukan antisipasi," tandas Ismu.

Salah satu langkah yang paling efektif menurutnya adalah mewujudkan janji transparansi selama seleksi CPNS berlangsung. Jangan hanya sekedar lips service. Dia yakin, janji itu ditunggu kebenarannya oleh mayoritas warga kota. Khususnya mereka yang akan mengikuti seleksi yang akan dimulai pendaftarannya pada hari Senin besok.

Dia kemudian mengusulkan langkah solutif agar seleksi CPNS benar-benar obyektif. Salah satunya dilakukan dengan langkah koordinasi intensif antar pihak yang berkompeten sebagai peyelenggara rekruitmen CPNS.

Menurutnya, bukan hanya pemerintah yang bertindak untuk mengatasi pelaksanaan rekrutmen itu secara sepenuhnya. Tapi juga dengan melibatkan aparat kepolisian sebagai penanggungjawab keamanan. Sehingga bisa menjamin tidak terjadi kebocoran soal.

Pembagian tugas masing-masing pihak harus jelas. "Pemerintah Kota sebagai penanggung jawab agar rekruitmen bisa tepat waktu pada segala tahapannya. Sementara, dewan sebagai lembaga control dan persetujuan anggarannya," paparnya lebih lanjut.

Dia juga menandaskan agar semua pihak perlu menyamakan visi bahwa rekruitmen CPNS yang berkualitas baik adalah gerbang awal untuk mendapatkan aparatur pemerintahan yang kelak akan bekerja secara profesional, serta penuh dedikasi bagi kemajuan masyarakat Pasuruan.

Ismu menyatakan, bahwa rekruitmen yang akan dilakukan jauh dari rekayasa nepotisme adalah adanya informasi tentang kerjasama dengan pihak ketiga sebagai pihak yang bertanggung jawab sejak penyediaan soal, pemeriksaan hasil ujian dan rekomendasi kelulusan tes.

"Kita harus memberikan apresiasi tinggi. Terlebih lagi jika nanti tim independen ( dari Universitas Indonesia) telah dikenal memiliki kredibilitas dan kualifikasi yang diakui baik. Tapi tetap jangan hanya sekedar menjadi simbol saja," tegasnya.

Senada dengan dewan, kalangan aktivis LSM juga menyatakan siap mengontrol kejujuran pemkot dalam transparansi seleksi CPNS. "Itu akan dilakukan sejak tahapan awal rekrutmen, hingga nanti pada saat penetapan siapa yang akan lolos," ungkap Hendro Sumardiko dari LSM Paguyuban Peduli Rakyat (Paper). (via/yud)
Sumber : Radar Bromo, Sabtu, 31 Oktober 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar